Makalah Cerita Rakyat Bawang Merah Bawang Putih

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobilalamin segala puji bagi Allah SWT Tuhan Semesta Alam. Puji dengan Ridho dan izin-Nya kepada kami sehingga Saya dapat menyelesaikan Makalah dengan tepat waktu.

 

Makalah ini  berjudul “Makalah Cerita Rakyat Bawang Merah Bawah Putih”. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang apa saja yang ada dalam konteks cerita tersebut.

 

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

 

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Dan dengan makalah ini semoga bisa kita ambil pelajaran untuk kita terapkan dalam kehidupan kita yang sebenarnya.

 

Pekanbaru, 24 Oktober 2017

Penyusun

 

 

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Daftar Isi

Bab I Pendahuluan

A.Latar Belakang

B.Rumusan Masalah

C.Tujuan

Bab II Pembahasan

A.Cerita Bawang Merah Bawang Putih

B.Tokoh Cerita Bawang Merah Bawang Putih

C.Sejarah Cerita Bawang Merah Bawang Putih

D.Kandungan Pelajaran Cerita Bawang Merah Bawang Putih

Bab III Penutup

A.Kesimpulan

B.Saran

Daftar Pustaka

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Cerita dan kisah dalam cerita rakyat nusantara bawang merah bawang putih berupa cerita yang mengandung nilai pelajaran bagi kehidupan. Kondisi yang ada pada cerita rakyat ini hampir sama dengan kejadian di kehidupan yang nyata.

Cerita-cerita yang ada di indonesia adalah bagian dari budaya indonesia yang patut di lestarikan. Ini adalah salah satu warisan budaya kita yang khas asli indonesia. Dengan demikian nilai historis sebuah cerita dapat terus terjaga dengan kandungan nilai-nilai yang ada dalam cerita.

 

B.Rumusan Masalah

  1. Bagaimana cerita bawang merah bawang putih
  2. Siapa saja toko dalam cerita bawang merah bawang putih
  3. Bagaimana sejarah cerita bawang merah bawang putih
  4. Apa saja nilai-nilai yang terkandung dalam cerita bawang merah bawang putih

 

C.Tujuan

  1. Mengetahui cerita bawang merah bawang putih
  2. Mengetahui tokoh cerita bawang merah bawang putih
  3. Mengetahui sejarah cerita bawang merah bawang putih
  4. Mengetahui nilai apa saja yang terkandung dalam cerita bawang merah bawang putih

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.Cerita Bawang Merah Bawang Putih

Alkisah di sebuah kampung, hiduplah seorang janda yang memiliki dua orang anak gadis yang cantik, Bawang Merah dan Bawang Putih. Ayah kandung Bawang Putih telah lama meninggal dunia. Bawang Merah dan Bawang Putih memiliki sifat dan perangai yang sangat berbeda dan bertolak belakang. Bawang Putih adalah gadis sederhana yang rendah hati, tekun, rajin, jujur dan baik hati. Sementara Bawang Merah adalah seorang gadis yang malas, sombong, suka bermewah-mewah, tamak dan pendengki. Sifat buruk Bawang Merah kian menjadi-jadi akibat ibunya selalu memanjakannya. Sang janda selalu memenuhi semua permintaan dan tuntutan Bawang Merah. Selain itu semua pekerjaan di rumah selalu dilimpahkan kepada Bawang Putih. Mulai dari mencuci pakaian, memasak, membersihkan rumah, hampir semua pekerjaan rumah selalu dikerjakan oleh Bawang Putih seorang diri, sementara Bawang Merah dan Ibu Tiri selalu berdandan dan bermalas-malasan. Jika mereka memerlukan sesuatu, tinggal menyuruh-nyuruh Bawang Putih.

 

Bawang Putih tak pernah sekalipun mengeluhkan nasib buruknya. Ia selalu siap sedia melayani sang Ibu Tiri dan Saudari Tirinya dengan senang hati. Pada suatu hari Bawang Putih tengah mengerjakan pekerjaan rumah mencuci pakaian milik Ibu Tiri dan Saudari Tirinya. Akan tetapi Bawang Putih tak menyadari bahwa sehelai kain milik Ibu Tirinya telah hanyut terbawa arus sungai. Ketika Bawang Putih menyadarinya, ia sangat sedih dan takut bila diketahui hilangnya kain itu, maka ia akan dimarahi dan disalahkan oleh Ibu Tirinya. Bukan mustahil bahwa Bawang Putih akan dihukum bahkan diusir dari rumahnya.

 

Khawatir kehilangan kain tersebut, Bawang Putih dengan gigih dan tekun tetap mencarinya sambil berjalan menyusuri sepanjang sungai yang berarus deras itu. Tiap kali bertemu seseorang di sungai ia selalu menanyakan apakah mereka melihat kain tersebut. Sayang sekali tak seorangpun yang melihat dimana kain hanyut itu berada. Hingga pada akhirnya Bawang Putih tiba di bagian sungai yang mengalir ke dalam gua. Ia sangat terkejut ketika mengetahui ada seorang nenek tua yang tinggal di dalam gua tersebut. Bawang Putih menanyai nenek tua itu mengenai keberadaan kain Ibu Tirinya. Nenek tua itu mengetahui dimana kain itu berada, akan tetapi ia mengajukan syarat bahwa Bawang Putih harus membantu pekerjaan sang nenek tua. Karena telah terbiasa bekerja keras, dengan senang hati Bawang Putih menyanggupi untuk membantu sang nenek merapikan dan membersihkan gua tersebut. Nenek tua itu sangat puas dengan hasil pekerjaan Bawang Putih. Pada sore harinya Bawang Putih berpamitan kepada sang nenek. Sang nenek itu kemudian mengembalikan kain milik Ibu Tiri Bawang Putih yang hanyut di sungai, seraya menawarkan kepada Bawang Putih dua buah labu sebagai hadiah atas pekerjaannya. Dua buah labu itu berbeda ukuran, satu besar dan yang lainnya kecil. Karena Bawang Putih tidak serakah dan tamak, ia memilih labu yang lebih kecil.

 

Ketika kembali ke rumah, sang Ibu Tiri dan Saudari Tirinya amat marah karena Bawang Putih terlambat pulang. Bawang Putih pun menceritakan apa yang telah terjadi. Ibu Tiri yang tetap marah karena Bawang Putih hanya membawa sebutir labu kecil, ia kemudian merebutnya dan membanting buah itu ke tanah. “Prak…” pecahlah labu itu, akan tetapi terjadi suatu keajaiban, di dalam labu itu terdapat perhiasan emas, intan, dan permata. Mereka semua terkejut dibuatnya. Akan tetapi karena Ibu Tiri dan Bawang Merah adalah orang yang tamak, mereka tetap memarahi Bawang Putih karena membawa labu yang lebih kecil. Jika saja Bawang Putih memilih buah yang lebih besar, tentu akan lebih banyak lagi emas, intan, dan permata yang mereka dapatkan.

 

Karena sifat serakah dan tamak, Bawang Merah berusaha mengikuti apa yang dilakukan Bawang Putih. Dengan sengaja ia menghanyutkan kain milik ibunya, kemudian berjalan mengikuti arus sungai dan menanyai orang-orang yang ia temui. Akhirnya Bawang Merah tiba di gua tempat nenek itu tinggal. Tidak seperti Bawang Putih, Bawang Merah yang malas menolak membantu nenek itu. Ia bahkan dengan sombongnya memerintahkan nenek tua itu untuk menyerahkan labu besar itu. Maka nenek tua itu pun memberikan labu besar itu kepada Bawang Mer9ah. Dengan riang dan gembira Bawang Merah membawa pulang labu besar pemberian nenek tua itu. Telah terbayang dalam benaknya betapa banyak perhiasan, intan, dan permata yang akan ia miliki. Sang Ibu Tiri pun dengan gembira menyambut kepulangan putri kesayangannya itu. Tak sabar lagi mereka berdua memecahkan labu besar itu. Akan tetapi apakah yang terjadi? Bukannya perhiasan yang didapat, dari dalam labu itu keluar berbagai macam ular dan hewan berbisa. Mereka berdua lari ketakutan. Baik Ibu Tiri maupun Bawang Merah akhirnya menyadari sifat buruk dan ketamakan mereka. Mereka menyesali bahwa selama ini telah berbuat buruk kepada Bawang Putih dan memohon maaf pada Bawang Putih. Bawang Putih yang baik hati pun memaafkan mereka berdua

 

B.Tokoh Cerita Bawang Merah Bawang Putih

Dalam cerita rakyat ini tokoh yang berperan yaitu Bawang Merah dan Bawang Putih. Yang keduanya dalam cerita ini merupakan dua orang gadis cantik kakak beradik yang memiliki sifat dan perangai sangat berbeda lagi bertolak belakang antara yang satu dengan yang lainya, serta mengenai seorang ibu tiri yang tidak adil dan pilih kasih terhadap salah satu kedua anak tersebut.

1. Bawang Putih, Bawang Putih adalah gadis sederhana yang rendah hati, tekun, rajin, jujur dan baik hati

2. Bawang Merah, Sementara Bawang Merah adalah seorang gadis yang malas, sombong, suka bermewah-mewah, tamak dan pendengki

 

C.Sejarah Cerita Bawang Merah Bawang Putih

Bawang Merah Bawang Putih adalah dongeng populer Melayu Indonesia yang berasal dari Riau. Kisah ini bercerita mengenai dua orang gadis cantik kakak beradik yang memiliki sifat dan perangai sangat berbeda lagi bertolak belakang, serta mengenai seorang ibu tiri yang tidak adil dan pilih kasih. Dongeng ini memiliki tema dan pesan moral yang hampir sama dengan dongeng Cinderella dari Eropa.

 

D.Kandungan Pelajaran Cerita Bawang Merah Bawang Putih

  1. Kandungan yang terdapat pada cerita ini adalah sebagai orang tua meskipun kita adalah orang tua tiri kita tidak boleh menbeda-bedakan kasih sayang terhadap anak kita
  2. Sebagai anak kandung, kita juga semestinya menghargai dan menghormati saudara kita yang tidak sekandung dari kita
  3. Sesama saudara kita harus saling menghargai, menghormati dan membantu, terlebih lagi saudara kita tersebut lebih tua dari pada kita
  4. Sifat angkuh dan keras hati akan musnah dengan ketidakbaikannya

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.Kesimpulan

Sebuah cerita rakyat yang berguna untuk menjadi pelajaran bagi kita semua. Cerita ini mengintisari seperti halnya kehidupanya nyata. Hal demikian sepatutnya tidak terjadi karena semua makhluk ciptaan tuhan adalah sama. Kita semua adalah saudara baik status kekeluargaan kita anak kandung, anak tiri.

Bagi orang tua sudah selayaknya memberikan kasih sayang yang tak terbedakan dengan status yang ada. Karena kasih sayang adalah sebuah ketulusan dari hati.

 

B.Saran

Semoga dengan adanya kisah dalam cerita seperti ini, dapat dijadikan contoh dan pelajaran bagi kediupan kita semua. Bawha sifat baik itu pasti akan kembali kepada kita sendiri dan sifat buruk juga nantinya akan kembali kepada kita sendiri.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Bawang_Merah_Bawang_Putih

 

 

 

 

Populer: bawang merah bawang putih skripsi, contoh skripsi tentang cerita rakyat bawang merah dan bawang putih, kliping cerita rakyat, laporan tentang bawang putih dalam bahasa inggris, makalah cerita rakyat bawang merah bawang putih, makalah tentang cerita rakyat bawa, makalahcerpen bawang putih dan bawang merah beserta gamabar ilustrasi, nilai budaya dari cerita bawang merah dan bawang putih