Makalah Cerita Rakyat Indonesia

Kata Pengantar

 

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Makalah Cerita Rakyat Indonesia”.

 

Makalah ini berisikan informasi tentang Makalah Cerita Rakyat Indonesia. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang cerita rakyat Indonesia.

 

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

 

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

 

Pekanbaru, 6 september 2017

Penyusun

 

Daftar Isi

Kata Pengantar

Daftar Isi

Bab I Pendahuluan

A. Latar Belakang

B. Rumusan Masalah

C. Tujuan

Bab II Pembahasan

A. Pengertian Cerita Rakyat

B. Manfaat dan Fungsi Cerita Rakyat

C. Jenis-jenis Cerita Rakyat

D. Contoh Cerita Rakyat

Bab III Penutup

A. Kesimpulan

B. Saran

Daftar Pustaka

 

Bab I

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Cerita rakyat merupakan salah satu dari sekian banyak ragam tradisi lisan di
Indonesia. Cerita rakyat bagi masyarakat Indonesia berperan penting bagi kehidupannya.

 

Melalui cerita rakyat, masyarakat merasa hidup aman, tenteram dan damai karena fungsi salah satu cerita rakyat itu adalah menjadikan mereka merasa bersaudara, karena mereka yakin bahwa mereka berasal dari nenek moyang yang sama.

 

Cerita rakyat sangat besar pengaruhnya terhadap masyarakatnya, karena mampu menjadi pedoman hidup bagi masyarakatnya, itu juga berlaku pada cerita rakyat masyarakat di Indonesia.

 

Cerita rakyat merupakan tradisi lisan, Indonesia adalah negara yang kaya akan nilai – nilai budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun temurun. Tradisi lisan mengungkapkan kejadian atau peristiwa yang mengandung nilai moral, keagamaan, adat istiadat, fantasi, peribahasa, nyanyian dan mantra.

 

Cerita rakyat yang sarat akan nilai – nilai moral dan kearifan lokal yang bisa menjadi sarana komunikasi untuk mengajarkan nilai- nilai tentang kehidupan kepada anak- anak.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pengertian cerita rakyat ?
  2. Apa manfaat cerita rakyat ?
  3. Apakah fungsi cerita rakyat ?
  4. Seperti apakah jenis-jenis cerita rakyat ?

C. Tujuan

  1. Mengetahui apa itu cerit rakyat
  2. Mengetahui manfaat cerita rakyat
  3. Mengetahui fungsi cerita rakyat
  4. Mengetahui jenis cerita rakyat

 

Bab II

Pembahasan

A. Pengertian Cerita Rakyat

Cerita rakyat pada mulanya adalah peristiwa bahasa lisan; ia dituturkan, bukan dituliskan. Sebagai tuturan, cerita rakyat bekerja dengan dan melalui kombinasi berbagai kualitas suara manusia – misalnya, vokal dan konsonan, tinggi-rendah suara, panjang-pendek suara, jeda, tekanan, warna suara, dan sebagainya.

 

Kombinasi berbagai kualitas suara manusia tersebut hadir serentak dalam peristiwa lisan. Selain dari itu, tuturan juga bekerja dengan melibatkan tanda-tanda non-kebahasaan, seperti roman muka, gerak tubuh dan anggota badan, serta kadangkala dibantu pula dengan kehadiran benda-benda. Dengan demikian, peristiwa lisan sejatinya merupakan peristiwa pengungkapan dan penafsiran tanda-tanda aural, visual, maupun kinetik

 

B. Manfaat dan Fungsi Cerita Rakyat

Cerita rakyat Indonesia Khususnya mempunya banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat di Indonesia. Baik itu Cerita  rakyat untuk usia dini, maupun cerita rakyat untuk dewasa, berikut ini manfaat dan fungsi cerita dari berbagai aspek:

  1. Sebagai media untuk menumbuhkan minat baca
  2. Media pembantu pengembang kecerdasan
  3. Pengenalan ragam emosi pada dialog cerita dengan karakteristik yang ada
  4. Sebagai alat pengenal secara pada cerita yang ada
  5. Sebagai media penghibur
  6. Penambah wawasan dan ilmu pengetahuan

Cerita rakyat juga memiliki fungsi sebagai penggalang rasa kesetiakawanan diantara warga masyarakat yang menjadi pemilik cerita rakyat tersebut. Di atas telah dijelaskan bahwa cerita rakyat itu lahir ditengah masyarakat tanpa diketahui lagi siapa yang menciptakan pertama kali.

 

Fungsi lain lagi dari cerita eakyat adalah sebagai pengokoh nilai-nilai sosial budaya yang  berlaku dalam masyarakat. Dalam cerita rakyat terkadang ajaran-ajaran etika dan moral bisa dipakai sebagai pedoman bagi masyarakat. Di samping iu di dalamnya juga terdapat larangan dan pantangan yang perlu dihindari. Cerita rakyat bagi warga masyarakat pendukungnya bisa menjadi tuntunan tingkah laku dalam pergaulan sosial.

 

Apalagi bagi masyarakat yang belum mengenal pendidikan formal dalam bentuk sekolah, maka cerita rakyat menjadi sarana untuk mengajarkan budi pekerti. Dan karena penyampaiannya mengasyikkan maka meskipun sesungguhnya cerita rakyat itu mengajar dan mendidik  pendengarnya, tetapi yang diajar atau dididik tidak merasa dipaksa, melainkan dengan tingkat kedewasaannya masing-masing bisa menyerap ajaran yang terjalin di dalam cerita, inti ajaran dalam cerita rakyat tidak akan mengalami perubahan selama masyarakat pemiliknya juga tidak berubah dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai yang masih berlaku.

 

Sehubungan dengan hal diatas, erita rakyat juga befungsi sebagai pengontrol kehiduapn sosial. Bila dalam masyarakat bterjadi kepincangan atau pelanggaran norma-norma, maka dengan melalui cerita rakyat hal-hal yang tidak sewajarnya itu bisa dikritik. Sipenutur cerita dengan leluasa bisa mengubah bagian-bagian cerita yang isinya merupakan pelontaran kritik-kritik tanpa merasa segan terhadap pihak-pihak yang menjadi sasaran kritiknya.

 

C. Jenis Cerita Rakyat

Cerita rakyat mempunya beberapa tipe dan jenis, berikut ini tipe dari cerita rakyat jika di lihat dari nilai sastranya:

1. Cerita Lisan

Cerita lisan (Udin, 1996:1) adalah seperangkat pertunjukan penuturan lisan yang melibatkan penutur dan kalayak (audien) menurut tata cara dan tradisi pertunjukannya. Sedangkan menurut  (Nisya, http://hairun-nisya.blogspot.com) adalah karya sastra yang beredar di masyarakat atau diwariskan secara turun-memurun dalam bentuk lisan.

2. Cerita Tulis

Cerita tulis (Sulastin Sutrisno, 1985) adalah sastra yang menggunakan media tulisan atau  literal. Sedangkan menurut (KBBI, 2004) adalah sastra yang timbul setelah manusia mengenal tulisan.

 

Jenis cerita rakyat:

  1. Fabel atau cerita binatang, yaitu sebuah cerita rakyat yang tokoh pelakunya berupa binatang, dan binatang tersebut bisa berperilaku seperti manusia. Misalnya, Kancil yang Cerdik dan cerita Serigala yang Licik.
  2. Legenda, yaitu sebuah cerita yang berisi tentang asal-usul terjadinya suatu tempat, misalnya saja cerita Asal-Usul Banyuwangi, Asal Usul Danau Toba, dan Terbentuknya Tangkuban Perahu. Diwilayah Jawa Tengah terkenal dengan cerita ” Baru Klinting”
  3. Mite, adalah cerita yang berisi mengenai dewa-dewi atau cerita sifatnya sakral dan penuh mistis misalnya, kisah Nyi Roro Kidul, Dewi Sri, dan Hikayat Sang Boma.
  4. Sage, yaitu sebuah cerita yang isinya mengandung unsur sebuah sejarah, misalnya, Damarwulan, Ciung Wanara, dan Rara Jonggrang.
  5. Epos, yaitu sebuah cerita kepahlawanan, misalnya, Ramayana dan Mahabarata.
  6. Cerita jenaka, yaitu sebuah cerita yang menceritakan mengenai kebodohan atau sesuatu yang lucu, misalnya cerita Pak Pandir, Pak Belalang, dan Cerita Si Kabayan.

 

D. Contoh Cerita Rakyat

Berikut ini beberapa contoh cerita rakyat yang ada di indonesia :

  1. Asal mula danau toba
  2. Asal mula salatiga
  3. Sangkuriang
  4. Cindelaras
  5. Timun Mas
  6. Malin Kundang
  7. Batu Menangis
  8. Keong Mas
  9. Bawang Merah Bawang Putih
  10. Si Pitung
  11. Loro Jonggrang

 

 

Bab III

Penutup

A. Kesimpulan

Cerita rakyat merupakan bagian dari secara yang berguna untuk generasi muda khususnya Indonesia. Dengan adanya cerita rakyat, maka masyarakat khususnya generasi muda, dapat kita kenalkan nilai-nilai yang ada pada cerita rakyat tersebut.

Beberapa nilai yang penting dan perlu di ajarkan adalah nilai sosial, nilai budaya, dan juga nilai pendidikan. Nilai-nilai tersebut penting karena sebagai media untuk mengembangkan wawasan dan ilmu pengetahuan.

 

B. Saran

  1. Guna melestarikan cinta budaya  cerita rakyat. Dengan ini di harapkan banyaknya media-media yang membantu untuk menyebar luaskan tentang cerita rakyat.
  2. Terus mengenalkan cerita rakyat kepada generasi muda
  3. Memperkaya pengenalan cerita rakyat

Daftar Pustaka

  1. Pengertian Cerita Rakyat (http://scholar.unand.ac.id/4618/2/BAB%20I.pdf) diakses pada 6 september 2017
  2. Pengertian Cerita Rakyat (http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/460/jbptunikompp-gdl-audrienura-22960-1-unikom_a-i.pdf) diakses pada 6 september 2017
  3. Cerita Rakyat Indonesia (http://antropologi.fib.ugm.ac.id/wp-content/uploads/Penelitian-Cerita-Rakyat-Lono-Simatupang.pdf) diakses pada 6 september 2017
  4. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2004. Jakarta: Balai Pustaka.
  5. Udin, Syamsudin. 1996. Rebab Pesisir Selatan Malin Kundang. Jakarta: Yayasan Obor.
  6. Fungsi cerita rakyat (http://inzpirasikuw.blogspot.co.id/2010/10/fungsi-cerita-rakyat-dalam-kehidupan.html) di akses pada 6 september 2017
  7. jenis cerita rakyat (http://balaiedukasi.blogspot.co.id/2015/08/mengenal-jenis-jenis-cerita-rakyat.html) di akses pada 6 september 2017
Populer: makalah cerita rakyat, latar belakang cerita rakyat, pengenalan budaya melalui cerita rakyat, mengenalkan kebudayaan indonesia melalui cerita rakyat, latar belakang mengenalkan budaya indonesia melalui cerita rakyat, makalah tentang cerita rakyat, rumusan dalam pembuatan cerita rakyat, contoh kata pengantar makalah cerita rakyat, contoh kata pengantar dalam membuat ceruta rakyat, cerita apa yg bisa menjadi makalah